Dilema Etik Perawat Dalam Penangan Pasien Covid-19

NTB (Lomboknews.my.id) – Dilema etik adalah suatu masalah yang melibatkan dua atau lebih landasan moral suatu tindakan tetapi tidak dapat dilakukan keduanya, Ini merupakan suatu kondisi dimana setiap alternatif memiliki landasan moral atau prinsip. Pada dilema etik ini, sukar untuk menentukan mana yang benar atau salah serta dapat menimbulkan stress pada perawat karena perawat tahu apa yang harus dilakukan.

Peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan adalah suatu rangkaian interaksi perawat dengan penderita dan lingkungannya untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan kemandirian penderita. Itu sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.

Sebagai profesi, perawat telah mempunyai keahlian dari pendidikan magister spesialis, doktor, dan bahkan  professor. Dalam penanganan pasien Covid 19 perawat sering dihadapkan dengan yang namanya dilema etik dalam pemberian asuhan, dimana perawat di tuntut untuk selalu bersikap adil, jujur, selalu memberikan pelayan yang terbaik, tidak merugikan serta menghormati hak pasien. Akan tetapi tindakan yang dilakukan perawat seringkali dipandang sebelah mata. Perawat hanya di anggap sebagai pembantu dokter dan lain sebagainya. Padahal dalam bekerja perawat selalu mengedepankan yang namanya etika serta critical thinking dalam peroses pengambilan keputusan.

Contohnya dalam memberikan asuhan pada pasien Covid-19, perawat dituntut untuk selalu bersikap adil tanpa membedakan setatus dan golongan si pasien. Selain itu, perawat selalu bersikap jujur kepada keluarga pasien terkait kondisi yang dialamai pasien akan tetapi tindakan jujur tersebut tidak sepenuhnya mendapat respons baik dari masyarakat. Sebagaimana yang banyak kita saksikan di media masa banyak masyarakat yang beranggapan bahwa Covid-19 dijadiakan sebagai lahan bisnis oleh rumah sakit. Anggapan-anggapan seperti itu yang terkadang menjadi dilema tersendiri bagi tenaga kesehatan khususnya perawat.

Baca Juga:  Mahasiswa D3 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT, Ukir Prestasi Nasional

Di berbagai daerah di indonesia, keberadaan perawat masih ditolak masyarakat untuk pulang ke rumahnya sendiri setelah melaksanakan tugas. Bahkan, sudah banyak perawat di Indonesia saat ini yang berjatuhan meninggal dalam menjalankan tugasnya karena terpapar Covid-19. Setiap hari selalu ada laporan perawat di Indonesia telah meninggal saat terjadi pandemi korona baru. Namun, apa yang sering diterima perawat selama ini?

Pada saat seperti ini peran perawat dipuji seperti malaikat dan sangat diharapkan kehadirannya. Namun, tatkala ada kelalaian dalam melakukan tindakan, kurangnya empati dalam menjalankan tugas justru menjadi hujatan. Itulah suatu dilema profesi perawat.

Pesan kunci yang perlu disampaikan kepada masyarakat umum supaya siap menghadapi wabah saat ini adalah: mengenali Covid-19 (penyebab, gejala, tanda, penularan, pencegahan, dan pengobatan). Kedua, peran dalam rapid assessment. Asesmen pada kasus Covid-19 yang sudah ditetapkan sebagai krisis kesehatan dan bencana nasional termasuk di dunia.

Perlu sekali dipahami perawat dan tenaga kesehatan serta masyarakat mengenai pentingnya asesmen cepat dalam penentuan kriteria prioritas Covid-19. Deteksi dini dan pemilahan penderita yang berkaitan dengan infeksi Covid-19 harus dilakukan sejak pasien datang ke rumah sakit. Triase merupakan garda terdepan dan titik awal bersentuhan dengan rumah sakit. Selain itu, pengendalian pencegahan infeksi (PPI) merupakan bagian vital terintegrasi dalam manajemen klinis dan harus diterapkan sejak triase dan selama perawatan pasien melalui isolasi pasien di rumah atau rumah sakit.

Ketiga, peran dalam pelayanan langsung kepada penderita. Peran inilah yang utama dilakukan perawat. Penatalaksanaan Covid-19 dilakukan dengan memfokuskan pada penanganan infeksi virus dengan meningkatkan imunitas tubuh penderita dan yang belum terinfeksi agar tidak sampai menjadi penyakit. Sampai saat ini penyakit karena Covid-19 belum ditemukan obat penangkalnya. Ilmuwan masih mempelajari karakteristik virus dan mengujicobakan obat di laboratorium.

Baca Juga:  Tahun Baru Islam 1442 H, Gubernur Ingatkan Tetap Teguh Ikuti Protokol Kesehatan

Apa yang bisa dilakukan masarakat dalam mendukung  tenaga kesehatan  untuk menjalankan perannya memerangi Covid-19, yaitu harus tetap saling menguatkan supaya terus memberikan yang terbaik dalam melayani penderita. Saling menahan diri dan tidak justru menebarkan hoaks serta isu negatif. Selalu berdo’a semoga wabah ini cepet berlalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *