Empat Kabupaten di NTB Boleh Buka Sekolah

Mataram (Lomboknews.my.id) – Empat daerah zona kuning di NTB diperbolehkan membuka sekolah. Dengan catatan, kelas tatap muka menerapkan protokol kesehatan dan siswa masuk dengan sistem shift.

”Untuk zona kuning akan saya buka, untuk zona orange yang tidak bermasalah (kasus siswa Covid-19) kita tetap dengan simulasi. Zona merah kita close,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Aidy Furqan, di kantor gubernur NTB, kemarin (1/10).

Empat kabupaten zona kuning yakni Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, dan Sumbawa Barat. Mereka dibolehkan membuka sekolah dengan syarat dan ketetuan yang diatur pemerintah.”Sistem shift dengan protokol kesehatan tetap dijalankan,” jelasnya.

Bila sewaktu-waktu empat daerah itu menjadi zona merah, maka pemerintah akan kembali menutupnya. Seperti Kabupaten Dompu yang merah sejak dua hari terakhir. ”Dompu hari ini tidak belajar karena zona merah,” tegasnya.

Sementara itu, simulasi kelas tatap muka yang baru berlangsung tiga minggu berjalan lancar. Tidak ada siswa yang terjangkit Covid-19. ”Sampai detik ini tidak ada laporan yang masuk anak-anak bermasalah, semua tetap sehat,” katanya.

Ia melihat para guru dan siswa tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan selama proses belajar megajar. ”Para guru dan siswa tetap menggunakan masker di dalam kelas,” katanya.

Faktor kedisiplinan guru dan siswa menurutnya membuat simulasi tetap aman. Ia berharap simulasi berjalan lancar sehingga sekolah lebih siap menggelar belajar mengajar dengan pola baru.

Dalam sistem saat ini, siswa hanya belajar empat jam di sekolah tanpa keluar main. Mereka pun hanya masuk dua hari dalam semiggu. Kalau terlalu banyak siswanya kelas dipecah menjadi dua, mereka masuk secara bergantian. ”Tempat duduk pun tetap diatur jaraknya 1,5 meter,” jelasnya.

Baca Juga:  Bank NTB Syariah Kini Fokus ke Pembiayaan Investasi Produktif

Di sekolah pun masih dilarang membuka kantin untuk menghindari kerumunan siswa. ”Siswa tidak ada waktu keluar main, karena kalau ada jam main kumpul lagi nanti,” katanya.

Selain siswa, guru juga masuk secara bergiliran. Sehingga sekolah tidak menjadi tempat kumpul-kumpul selain berlajar.

Pola itu akan terus diberlakukan sampai kenaikan kelas dan tahun ajaran baru. ”Kita berlakukan sampai betul-betul Covid-19 ini dinyatakan klir,” tegasnya.

Ke depan, Dikbud NTB juga akan memberdayakan para siswa yang aktif di Pramuka, PMR dan ekstra kurikuler lainnya untuk menjaga sekolah mereka masing-masing. ”Sistemnya tetap bergiliran,” jelasnya.

Namun demikian, ia melihat masih ada kelonggaran saat para siswa pulang sekolah. Saat pulang siswa masih terlihat kumpul di depan sekolah menunggu jemputan. ”Kalau pakai motor dia langsung pulang,” ujarnya.

Selain itu, di depan sekolah banyak pendagang kaki lima yang menjual jajanan. Sehingga siswa berkumpul di sana. ”Di sekolah tidak ada kantin, keluar mereka lapar, di situ numpuknya,” kata Furqan.

Untuk mengatasi masalah itu, kepulangan siswa pun akan diatur secara bergiliran agar tidak numpuk lagi di depan sekolah. Beberapa sekolah sudah menjalankan itu dan cukup efektif.

Kasus Terus Bertambah

Di sisi lain, kasus positif Covid-19 di NTB terus bertambah. Kemarin, 26 kasus positif baru berasal dari hampir semua daerah. Lima kasus dari Kota Mataram, masing-masing satu kasus dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Sumbawa.

Terbanyak Lombok Timur dengan sembilan kasus baru, kemudian masing-masing dua kasus dari Sumbawa Barat dan Dompu. Empat kasus lainnya merupakan warga luar Provinsi NTB. Dua orang meninggal baru berasal dari Dompu.

Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi dalam rilisnya menyampaikan, total kasus positif Covid-19 di NTB saat ini mencapai 3.368 kasus. Sebanyak 2.661 orang sembuh, 507 orang masih positif, dan 200 orang meninggal dunia.

Baca Juga:  Murid SDN 19 Cakranegara Raih Prestasi Membanggakan

”Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan pasien positif,” kata ketua harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTB ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *