Dikbud NTB Klaim Kepatuhan Lebih 90 Persen, Simulasi KBM Tahap II

Loteng (Lomboknews.my.id) –Pelaksanaan simulasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, bagi SMA sederajat resmi berakhir hari ini. Simulasi berlangsung tiga pekan, 13 September – 3 Oktober, diikuti lebih 100 sekolah.

Jumat (2/10/2020), empat sekolah kembali diawasi langsung kegiatannya. Mencakup SMAN 1 Terara, SMKN 1 Sikur, SMKN 1 Sakra, dan SMAN 1 Janapria. ”Secara langsung saya melakukan pemantauan, mulai dari terima siswa di depan gerbang sampai proses belajar mengajar di kelas,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan.

Catatannya, masih ditemukan siswa yang tidak memakai masker. ”Seperti di SMAN 1 Terara, ada yang tidak pakai, bukan tidak bawa ya, pas kita imbau untuk pakai ya langsung (pakai,Red),” ujarnya.

Kemudian belum semua sekolah menerapkan pengaturan tempat duduk zig zag. Seperti di SMAN 1 Terara dan SMKN 1 Sikur, Lombok Timur. ”Pola ini digunakan untuk menjaga jarak di dalam kelas itu,” tegas Aidy.

Terakhir, masih ada guru yang terlambat masuk mengajar, misalnya di SMAN 1 Terara. ”Ini juga tetap menjadi atensi kami,” ujarnya.

Hal itu akan direspons melalui revisi petunjuk teknis (juknis). Termasuk melalui prosedur kerja yang sudah ada dalam surat edaran (SE) Dinas Dikbud NTB sebelumnya. Nantinya revisi akan dilengkapi prosedur pengaturan kelas dan jadwal. ”Sekaligus bagaimana prosedur pemulangan anak, agar tidak bertemu. Maka kita terapkan sistem sliding ini, sehingga tidak ada anak yang numpuk,” terangnya.

Meski demikian, secara keseluruhan, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan diklaim sudah lebih dari 90 persen. ”Sisanya tinggal perlu penguatan oleh sekolah,” sambungnya.

Bila disiplin ini bisa dipertahankan, pihaknya akan berupaya meminta izin kembali menggelar simulasi di zona oranye. ”Mungkin kita bisa sebut simulasi tahap kedua,” terangnya.

Baca Juga:  Haerudin dan Sapar Ditangkap Setelah Mencuri Kotak Amal

Sedangkan sekolah yang berada di zona kuning, diharapkan bisa melaksanakan KBM tatap muka langsung. Polanya tetap menerapkan mekansime shift atau blok. ”Pengaturannya nanti akan kami lakukan,” kata pria bergelar doktor ini.

Kepala SMAN 1 Terara H Sahlan mengatakan, semua masukan segera ditindaklanjuti. ”Ini jadi bahan evaluasi kami,” jelasnya.

Kepala SMKN 1 Sakra Ahmad Hamka menjelaskan, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus korona, pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi Covid-19. ”Kami sudah siapkan fasilitasnya,” tegas dia.

Kepala SMAN 1 Janapria H Wildan menerangkan, untuk mencegah kerumunan, pihaknya menggunakan pola dua hari sekolah dan empat hari belajar dari rumah (BDR).

”Misalnya Senin dan Selasa untuk siswa kelas X, Rabu dan Kamis untuk kelas XI dan Jumat Sabtu untuk kelas XII,” tegas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *