Anak Yatim Korban Angin Puting Beliung Tidak Dapat PKH

Lobar (Lomboknews.my.id) – Inaq Fitriah dan dua anaknya yang yatim menjadi korban angin puting beliung di Dusun Taman, Desa Taman Ayu. Setelah kejadian bencana yang memporak-porandakan belasan rumah di daerah itu, barulah terungkap kalau Kelurga Inaq Fitriah ini sendiri tak pernah mendapatkan bantuan, terutama Program Keluarga Harapan (PKH), padahal ia memiliki satu anak bungsu duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Kebenaran terkait Inaq Fitriah ini tidak mendapatkan PKH diakui langsung oleh Kepala Desa Taman Ayu, Tajuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 12 Oktober 2020. Inaq Fitriah, tutur Kades ini, adalah janda di mana suaminya meninggal beberapa tahun silam. Ia pun harus menghidupi empat anak, dan mereka semua tinggal di satu rumah. “Memang dia belum masuk penerima PKH,”aku dia.

Namun, menurutnya, pihak desa sudah memasukkan keluarga ini dalam data Basis Data terpadu (BDT). Hanya saja butuh waktu, karena mesti antre. Pihak Dinas Sosial juga, jelas dia, sudah menanyakan data keluarga ini ke desa untuk keperluan validasi. “Kami minta diprioritaskan,” ujar dia.

Kaitan dengan PKH jelas dia, di desanya tengah proses graduasi penerima PKH. Artinya penerima PKH yang dinilai sudah mampu akan mengundurkan diri dengan kesadaran sendiri. Ia berharap nantinya, keluarga Inaq Fitriah ini bisa masuk sebagai penggantinya. Namun, tentu proses penggantian ini tidak bisa serta merta, karena butuh proses dan tahapan.

Menurutnya, keluarga Inaq Fitriah ini layak mendapatkan program PKH. Upaya lain yang dilakukan desa terhadap anak yatim, yaitu pihak desa melalui lembaga amin zakat desa (Lazdes) sudah melakukan pendataan terhadap semua anak yatim yang ada di desa setempat. Pihak Lazdes memberikan bantuan. Selain itu memfasilitasi mereka bisa mendapatkan bantuan dari berbagai pihak

Baca Juga:  Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Percepatan Digitalisasi Pasar Kerajinan

Menyangkut bantuan terhadap korban angin puting beliung sendiri, sejauh ini sudah banyak pihak yang membantu. Seperti Pemda, Anggota DPR RI, lembaga dan PLTU Jeranjang. Bantuan yang diberikan berupa sembako, perlengkapan seperti selimut, tikar, dan lain-lain. ”Kalau dari sisi bantuan sembako dan perlengkapan lain sudah cukup, tinggal perbaikan rumah warga,”ujar dia.

Terkait perbaikan rumah warga, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menegaskan rencannya Rabu, 14 Oktober 2020 material bantuan untuk perbaikan rumah warga disalurkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *