Sindikat Pengedar Narkoba ke Penambang Emas Sekotong Diringkus Polisi

Lobar (Lomboknews.my.id) –Tim Opsnal Satuan Reseserta Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lobar berhasil mengungkap dua kasus narkoba di wilayah Sekotong. Para pelaku diduga satu jaringan sindikat pengedar sekaligus pengguna barang haram tersebut menyasar para penambang di wilayah tambang. Dari tangan para terduga pelaku yang ditangkap ketika hendak transaksi, polisi berhasil mengamankan sekitar 4 gram lebih nakroba jenis sabu.

Kepala Satresnarkoba Polres Lobar Iptu Faisal Afrihadi, SH saat jumpa pers di ruangannya Selasa, 13 Oktober 2020 mengatakan pihaknya berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di wilayah Sekotong, yakni masing-masing hari Minggu, 11 Oktober dan Senin, 12 Oktober. Penangkapan pada Minggu, 11 Oktober dilakukan terkadap dua terduga pelaku masing-masing insial AJ (26) dan UM (27) asal Lombok Tengah. Kedua terduga ini ditangkap di atas Tanjakan Jurang Kelotok Dusun Kombang Desa Buwun Mas Sekotong.

Kronologi penangkapan pelaku berawal informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Desa Buwun Mas Sekotong sering terjadi transaksi narkoba. Atas informasi tersebut, Kasat Resnarkoba Polres Lobar Iptu Faisal Afrihadi, S.H., langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan.“Berdasarkan ciri-ciri dari yang diinformasikan, Tim Opsnal Sat Resnarkoba Lobar melakukan penghadangan terhadap kedua terduga di jalan Desa buwun Mas,” jelasnya.
Sebelum melakukan penggeledahan, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lobar terlebih dahulu menghadirkan saksi umum di sekitar lokasi.

“Sebelum melakukan penggeledahan terhadap para terduga pelaku, terlebih dahulu dilakukan penggeledahan terhadap petugas oleh saksi umum tersebut,” pungkasnya.

Kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap AJ dan UM untuk mengantisipasi para tersangka untuk melarikan diri.“Saat anggota opsnal melakukan penggeledahan di sekitar tempat kejadian, ditemukan satu klip pastik transparan yang didalamnya berisi tiga poket klip plastik transparan dan dua klip plastik transparan di dalam poket,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemda Lobar dan TNI Restorasi Sungai di Sekotong-Lembar

Di dalam klip tersebut berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu, yang ditemukan di sebelah kanan tempat terduga pelaku berdiri, atau berjarak kurang lebih dua meter dari tempat pelaku berdiri. “Atas kejadian tersebut AJ dan UM beserta barang bukti diamankan ke Polres Lobar guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2.88 gram, uang tunai sejumlah Rp450.000, satu unit HP, gunting, bong lengkap dengan dua pipet, dua buah korek, satu bundle klip obat kosong, satu buah dompet serta satu unit sepeda motor Honda Vario warna Hitam.

Dari penangkapan terhadap dua terduga pelaku, pihaknya selanjutnya melakukan pengembangan. Berbekal informasi kedua terduga, pihaknya mendapatkan satu nama pelaku lain yakni RU. Tim pun bergerak cepat menangkap pelaku insial RU di sebuah warung nasi di Pinggir Jalan Dusun Kelep Desa Taman Baru Sekotong Senin, 12 Oktober. Tersangka berinisial RU langsung diamankan, pada saat anggota opsnal melakukan penggeledahan disekitar tempat kejadian, ditemukan satu bungkus rokok surya.

“Atas temuan tersebut, setelah diperiksa ternyata didalam bungkus rokok ditemukan klip pastik transparan, yang didalamnya berisi empat poket klip plastik transparan berisi kristal bening, diduga narkotika jenis shabu,” ungkapnya.

Atas temuan itu, RU tidak berkutik di hadapan petugas. Selanjutnya terduga pelaku dan barang bukti langsung dibawa ke Polres Lobar untuk diamankan guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. “Atas pengungkapan ini, selanjutnya akan dilakukan pengembangan asal barang yang diduga narkotika jenis sabu tersebut serta melakukan tes urine terhadap terduga pelaku,” tandasnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan barang bukti diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1.16 gram dan satu buah kaca.
Kasat Resnarkoba menyebut ketiga pelaku merupakan jaringan sindikat, karena memiliki keterkaitan satu sama lain. “Mereka ini sindikat pengedar, pemakai juga,”tegas dia. Akibat perbuatannya, para terduga pelaku disangkakan pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 112 ayat 1 dan atau pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun

Baca Juga:  Haerudin dan Sapar Ditangkap Setelah Mencuri Kotak Amal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *