Pemda Lobar Beri Keringanan Pajak Bagi Pelaku Usaha Pariwisata

Lobar (Lomboknews.my.id) – Pemda Lombok Barat (Lobar) memperpanjang masa keringanan berupa penundaan pembayaran pajak kepada pelaku usaha parwisata. Penundaan pembayaran pajak ini diberlakukan hingga bulan Desember. Kebijakan ini pun menuai apresiasi dari para pelaku usaha.

Atas dasar kajian yang dilakukan, dimungkinkan diberikan keringanan pembayaran pajak sampai bulan Desember. Pengusaha yang diberikan perpanjangan penundaan,  mereka yang bersurat ke Bapenda. Karena memang belum keluar surat keputusan (SK) perpanjangan. Namun SK itu bisa berlaku sampai akhir tahun.

Bagaimana dengan PBB? Menurut dia, banyak juga pengusaha yang meminta pengurangan pokok PBB. Pihaknya pun memberikan keringanan 20 persen PBB yang dibayar September, bulan Oktober 15 persen dan November 10 persen hingga bulan Desember diberikan keringanan 5 persen. “Pak bupati keluarkan kebijakan pengurangan pembayaran pokok PBB,” tukas dia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Lobar, Suhermanto mengapresiasi kebijakan Bupati memperpanjang penundaan pembayaran pajak. Sebelumnya, dari para pelaku usaha yang berkaitan dengan pariwisata berharap diberikan kebijakan masalah pungutan pajak karena kondisi saat ini belum stabil. Pelaku usaha masih mengeluhkan kondisi saat ini, karena mereka hanya bisa berupaya bagaimana pariwisata Senggigi bisa bertahan. Sehingga di tengah pandemi ini, para pelaku usaha sepakat tetap berupaya membuka usaha meskipun dengan berbagai resiko yang dihadapi. “Dan Alhamdulillah kebijakan pak bupati akan memperpanjang lagi penundaan pembayaran pajak tepat sekali,” ujar dia.

Kaitan dengan keringanan pajak ini, menurut dia sebagai langkah tepat karena Bupati sendiri melihat langsung kondisi usaha parwisata yang masih banyak belum bisa bangkit sama sekali. Syukurnya, di tengah pandemi ini sesama pengusaha saling dukung untuk tetap bertahan. Dan hikmahnya dari pandemi ini, muncul rasa senasib sepenanggungan dan kebersamaan sesama pelaku usaha. Didukung pula semua unsur, baik  Pemda, aparat TNI-polri.

Baca Juga:  DPRD Minta Semua Daerah Lobar Dipasangi PJU

Untuk menghidupkan lagi Senggigi, Pemda bersama pelaku usaha membangun hastage #Ayo kembali ke Senggigi. Berbagai langkah pun dilakukan, mulai dari kegiatan bersih-bersih pantai, memberikan edukasi ke masyarakat tentang dampak sampah yang dibuang sembarangan dan menerapkan protokol covid-19.

Selanjutnya dilakukan even-even hiburan, seperti zumba dance dan Senggigi Sound Sensation digelar Dispar bersama pengusaha. Ada juga diadakan penanaman terumbu karang oleh TNI. “Ini kami sepakat benar-benar memperhatikan sektor pariwisata yang menopang ekonomi,” ujar dia.

Dalam hal penerapan covid-19 pun secara konsiten dilaksanakan oleh para pelaku usaha. Terkait temuan tim satgas Covid-19 ada pekerja dan pengunjung tidak menggunakan masker, menurut dia sebenarnya tidak ada pengunjung menggunakan masker. Karena di saat itu kemungkinan mereka tengah makan atau minum. “Tapi mereka dipergoki saat itu, padahal dia ada maskernya,” ujar dia. Lebih-lebih pelaku usaha sadar akan protokol kesehatan ini dengan menerapkan di tempat usahanya, termasuk bagi pengunjung tak membawa masker disiapkan oleh pengelola.  Kalaupun ada yang tak mematuhi, maka pihak pengelola siap melaksanakan sanksi administrasi tersebut. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *