Selangkah Lagi Mataram Jadi Zona Hijau

Mataram (Lomboknews.my.id) – Kasus positif Coronavirus Disease atau Covid-19 di Kota Mataram, relatif menurun. Hal ini menunjukkan tren positif menuju transisi kenormalan baru. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada risiko penularan dengan mentaati protokol kesehatan.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengakui Mataram sebagai epincentrum berbagai aktivitas baik itu ekonomi, pemerintahan serta jasa perdagangan memiliki mobilitas tinggi dibandingkan daerah lain di NTB. Itu sebabnya, kasus positif Covid-19 lebih tinggi. Tercatat data sampai tanggal 13 Oktober 2020 pukul 12.00 Wita mencapai 1.217 kasus positif. Terdiri dari 1.088 orang dinyatakan sembuh, 41 orang masih dalam perawatan dan 88 orang meninggal dunia.

Jumlah ini sudah mengalami penurunan signifikan dan Mataram kategori zona kuning. “Artinya, Mataram selangkah lagi menuju zona hijau Covid-19,” kata Walikota dalam penyampaiannya saat menerima kunjungan anggota DPD RI dapil NTB, Evi Apita Maya di pendopo Walikota Mataram, Selasa, 13 Oktober 2020.

Turunnya kasus Covid-19 secara signifikan tidak terlepas dari kerjasama pemerintah, TNI – Polri dan masyarakat. Disebutkan, tiga langkah pencegahan dan penanganan dilakukan sama dengan kebijakan pemerintah pusat. Yakni, pencegahan dan penanganan, stimulus ekonomi dan jaring pengaman social (JPS).

Dari aspek pencegahan dijelaskan lebih detail oleh Walikota, melalui regulasi, penyebaran imbauan serta edukasi, penyemprotan cairan disinfektan di area publik, lingkungan serta perkantoran, pembatasan tamu berkunjung ke lingkungan, pembagian masker dan lainnya.

Sedangkan, dari aspek penanganan dilakukan uji cepat Covid-19 atau dikenal rapid test, isolasi di rumah sakit atau wisma Nusantara, bantuan paket sembako, pengadaan alat pelindung diri (APD) serta pelayanan online di rumah sakit. Pemeriksaan kesehatan gratis dimaksudkan untuk mengurangi beban biaya masyarakat.

Baca Juga:  Langkah Dianul-Badrun di Pilwali Mataram Terhenti

“Alhamdulillah, sekarang lingkungan nihil merah,” klaimnya.

Disamping itu, pencegahan dilakukan melalui program penanganan covid-19 berbasis lingkungan (PCBL). Ahyar menyampaikan, penanganan dan pencegahan terkendala dari aspek penganggaran. Pihaknya telah mengalokasikan Rp140 miliar melalui bantuan tidak terduga, tetapi anggarannya mulai menipis.

Anggota DPD RI Evi Apita Maya menyampaikan, kendala yang dihadapi oleh Pemkot Mataram akan disampaikan ke pemerintah pusat. Pencegahan dan penanganan virus corona harus menjadi prioritas. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *