Pembangunan konstruksi kios kuliner di Taman Loang Baloq

Mataram (Lomboknews.my.id) – Pengerjaan fisik kios kuliner di Taman Loang Baloq terus dikebut. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menerangkan hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi musim hujan yang sudah dimulai.

“Kemarin hasil evaluasi kita dengan Kejaksaan itu, mereka (perusahaan pemenang tender, Red) diminta percepat untuk pemasangan atapnya,” ujar Denny saat dikonfirmasi, Rabu, 14 Oktober 2020 di Mataram. Menurutnya, untuk pengerjaan fisik sendiri proyek penataan taman kota tersebut baru mencapai 25 persen.

Diterangkan, sampai saat ini pengerjaan proyek senilai Rp2,1 miliar tersebut sedang dalam tahap pengecoran tiang di masing-masing kios. Di mana 50 persen pengerjaan tiang sudah selesai, sehingga tersisa 50 persen lagi.

“Kalau untuk atapnya kita target sekitar dua minggu lagi lah. Sekarang ini kita tunggu pengerjaan tiang-tiangnya itu dulu,” jelasnya. Pihaknya optimis proyek tersebut akan sesuai dengan target, mengingat progres yang ada saat ini dinilai telah melampaui target awal. “Rencananya ini semua rampung 2 Desember,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya telah mendata 18 orang pedagang kuliner di sekitar Taman Loang Baloq yang direncanakan akan menempati kios-kios yang disiapkan. Setelah pengerjaan fisik rampung, pedangan tersebut akan diminta masuk, sehingga tidak ada lagi yang berdagang di pinggir jalan sekitar.

Rencana tersebut diakui bukan tanpa risiko. Di mana kemungkinan pedagang menolak memang masih ada dengan berbagai alasannya. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan, Kecamatan, dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram.

Ditekankan, pembangunan kios kuliner tersebut ditujukan untuk membuat Taman Loang Baloq menjadi destinasi wisata yang lebih representatif dan tertata. Salah satunya dengan mengatur pedagang kuliner yang selama ini berjejer di sepanjang Jalan Lingkar Selatan. “Nanti kita serahkan ke aparatur pemerintah di bawah untuk mengatur pedagang,” jelas Denny.

Baca Juga:  Telat Bayar Pajak, Pelaku Usaha Tetap Kena Denda

Di sisi lain, dengan pengurangan anggaran penataan taman tersebut pihaknya menyusun kembali rencana pembenahan Taman Loang Baloq bagian utara. Sehingga pembangunan untuk tahun ini difokuskan pada pembangunan lapak dagang dan pengerjaan fisik seperti pembenahan lanskap dan pemasangan paving block. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *